Ada yang Menarik tentang Makna Hidup
- Apr 11
- 1 min read
Updated: May 2
ˢᵃⁿᵈʸ ᵉᵏᵃ ⁿⁱˡᵃˢᵃʳⁱ ʷⁱᵇᵒʷᵒ
Ada yang menarik.
Seorang psikiater yang menemukan bahwa manusia bisa bertahan di kondisi paling berat sekalipun, selama dia memiliki satu hal. Makna.
Hal ini dikemukakan oleh seorang psikiater sekaligus neurolog Austria yang selamat dari kamp konsentrasi Nazi. Auschwitz. 1942-1945.
Hampir seluruh keluarganya; Ayah, Ibu, Saudara laki-laki dan Istrinya. Semuanya tewas. Yang tersisa hanya dirinya, saudara perempuannya, dan satu pertanyaan:
Mengapa aku harus terus hidup?
Frankl mengamati sesama tahanan.
Ia menemukan bahwa mereka yang masih punya alasan untuk hidup cenderung lebih mampu bertahan. Misalnya, seorang ayah yang ingin bertemu anaknya atau seorang ilmuwan yang ingin menyelesaikan risetnya.
Makna memberi kita kekuatan.
Pengamatan itu melahirkan Logotherapy. Terapi yang meyakini bahwa dorongan paling mendasar manusia adalah makna. Hal itu diakui oleh American Psychological Association dan American Psychiatric Association (Schulenberg et al., 2008).
Frankl mengatakan makna bisa ditemukan melalui tiga jalan;
Melalui karya yang kita ciptakan
Melalui cinta yang kita berikan
Melalui sikap yang kita pilih saat menghadapi penderitaan.
Kebebasan terakhir manusia yang tidak bisa direbut oleh siapapun adalah kebebasan untuk memilih sikapnya sendiri dalam kondisi apapun.
Kamu mungkin tidak bisa mengubah situasimu. Tapi kamu selalu bisa memilih bagaimana kamu meresponsnya.
𝑨𝒑𝒂𝒌𝒂𝒉 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒔𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒎𝒆𝒎𝒊𝒌𝒊𝒓𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒆𝒎𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒌𝒏𝒂𝒎𝒖?
𝚁𝚎𝚏𝚎𝚛𝚎𝚗𝚜𝚒:
𝙵𝚛𝚊𝚗𝚔𝚕, 𝚅. 𝙴. (𝟸𝟶𝟶𝟼). 𝙼𝚊𝚗'𝚜 𝚂𝚎𝚊𝚛𝚌𝚑 𝚏𝚘𝚛 𝙼𝚎𝚊𝚗𝚒𝚗𝚐. 𝙱𝚎𝚊𝚌𝚘𝚗 𝙿𝚛𝚎𝚜𝚜.
𝚂𝚌𝚑𝚞𝚕𝚎𝚗𝚋𝚎𝚛𝚐, 𝚂. 𝙴., 𝚎𝚝 𝚊𝚕. (𝟸𝟶𝟶𝟾). 𝙻𝚘𝚐𝚘𝚝𝚑𝚎𝚛𝚊𝚙𝚢 𝚏𝚘𝚛 𝙲𝚕𝚒𝚗𝚒𝚌𝚊𝚕 𝙿𝚛𝚊𝚌𝚝𝚒𝚌𝚎. 𝙿𝚜𝚢𝚌𝚑𝚘𝚝𝚑𝚎𝚛𝚊𝚙𝚢, 𝟺𝟻(𝟺), 𝟺𝟺𝟽-𝟺𝟼𝟹.
𝚂𝚝𝚎𝚐𝚎𝚛, 𝙼. 𝙵. (𝟸𝟶𝟷𝟸). 𝙼𝚊𝚔𝚒𝚗𝚐 𝙼𝚎𝚊𝚗𝚒𝚗𝚐 𝚒𝚗 𝙻𝚒𝚏𝚎. 𝙿𝚜𝚢𝚌𝚑𝚘𝚕𝚘𝚐𝚒𝚌𝚊𝚕 𝙸𝚗𝚚𝚞𝚒𝚛𝚢, 𝟸𝟹(𝟺), 𝟹𝟾𝟷-𝟹𝟾𝟻.





