Sandyaloka: Bahasa, Diri, dan Ruang Emosional dalam Pendidikan Anak
- Jun 10, 2025
- 1 min read
Updated: Jun 21, 2025
Di tengah kurikulum yang padat dan standar kognitif yang kian kaku, ada satu aspek yang justru paling sering diabaikan: bahasa emosional anak. Padahal menurut Goleman (1995), kecerdasan emosional memengaruhi 80% kesuksesan jangka panjang seseorang, yang dimana itu lebih dari sekadar nilai rapor.
Sandyaloka lahir dari kesadaran bahwa pendidikan tidak hanya soal tahu, tapi juga soal peka. Platform ini didesain untuk menjadi ruang dengar, bukan sekadar ruang ajar. Di sinilah anak-anak dikenalkan pada kata-kata yang mewakili rasa, bukan hanya angka dan perintah.
Banyak anak marah karena tidak tahu kata untuk mengungkapkan kecewa.
Banyak yang diam, padahal sebenarnya ingin dipeluk.
Referensi:
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence. Bantam Books.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
Brackett, M. A. (2019). Permission to Feel. Celadon Books.




